Berikut Surat Peringatan Dan Pernyataan GMMK Terkait Umat Islam Di Rohingnya

Pekanbaru, 7 September 2017

Nomor : 04/A/GMMK/IX/2017
Lamp. : –
Hal : Surat Peringatan dan Pernyataan Sikap GMMK terkait Umat Islam di Rohingya

KepadaYth.
Ketua WALUBI Provinsi Riau
Di-
Pekanbaru.

Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan hormat,
Bahwa sebagaimana yang kita pahami bersama dalam abad modern, tidak ada satu konsep agama mana pun di belahan bumi ini yang ajaran agamanya menebar kebencian, apalagi memerintahkan untuk melakukan pembunuhan terhadap sesama manusia, walau sekali pun berbeda keyakinan agamanya. Hari ini kita telah memasuki abad ke-21, tidak lagi jaman kuda gigit besi, era primitif telah pun berlalu, sehinggalah agama menjadi pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara, karena hanya agamalah yang menyatukan umat manusia di muka bumi ini.

Kehadiran Islam di bumi adalah membawa rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seisi/semesta alam). Bahkan dalam perang sekali pun Islam tidak dibenarkan membunuh anak kecil, dilarang membunuh orang tua,dilarang membunuh perempuan, jangan memotong pohon, jangan menghancurkan rumah, jangan menghancurkan rumah ibadah, dilarang membunuh tokoh-tokoh agama.

Bahwa begitu pula dalam ajaran Buddha, Buddha diagungkan bukan karena kekayaan, keindahan, atau lainnya.Beliau diagungkan karena kebaikan, kebijaksanaan, dan pencerahannya. Inilah alas an mengapa seorang Buddhis, menganggap ajaran Buddha sebagai jalan hidup yang tertinggi. Dalam7 (tujuh) keunggulan ajaran Buddha salah satunya adalah “AJARAN BUDDHA MENGAJARKAN BELAS KASIH YANG UNIVERSAL”.

Bahwa Buddha mengajarkan pengikutnya untuk memancarkan metta (kasih saying dan cinta kasih) kepada semua makhluk tanpakecuali terhadap manusia, janganlah membedakan bangsa.Terhadap hewan, janganlah membedakan jenisnya. Metta harus dipancarkan kepada semuahewan termasuk yang terkecil seperti serangga.

Bahkan pada nomor 1 (satu) dalam7 (tujuh) keunggulan ajaran Buddha yaitu “AJARAN BUDDHA TIDAK MEMBEDAKAN KELAS/KASTA”. Buddha mengajarkan bahwa manusia menjadi baik atau jahat bukan karena kasta atau status sosial, bukan pula karena percaya atau menganut suatu kepercayaan seseorang baik atau jahat karena perbuatannya, dengan berbuat jahat, seseorang menjadi jahat, dan dengan berbuat baik, seseorang menjadi baik. Setiap orang, apakah dia raja, orang miskin atau pun orang kaya, bisa masuk surga atau neraka, atau mencapai Nibbana, dan hal itu bukan karena kelas atau pun kepercayaannya.

Bahwa terkait ajaran-ajaran Buddha tersebut dan sehubungan dengan Pembantaian dan Genosida Umat Islam yang terjadi di Rakhine State (Rohingya) Myanmar, peristiwa tersebut justru mengingkari ajaran-ajaran sebagaimana yang telah disampaikan oleh sang Buddha. Terhadap hal tersebut di atas kami berharap tokoh-tokoh Walubi dan para Bhiksu untuk dapat mengingatkan tokoh-tokoh Buddhis dan para Bhiksu di Myanmar untuk kembali pada ajaran Buddha yang sesungguhnya.

Bahwa berkaitan dengan peristiwa sebagai mana telah disampaikan di atas, maka kami Forum komunikasi Ormas/OKP/LSM/BEM se-Riau yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Kami Ormas yang tergabung di GMMK mengecam dan menyayangkan tindakan para Bhiksu di Rohingya yang telah menjadi motor dari pembunuhan brutal dan genosida kaum Muslimin Rohingya.

2. Meminta WALUBI Riau atas nama kemanusiaan dan keadilan untuk mengecam tindakan tersebut sekaligus menyerukan kepada para Bhiksu di Myanmar untuk menghentikan tindakan pembunuhan missal tersebut karena sangat bertentangan dengan ajaran yang di sampaikan oleh sang Buddha.

3. Meminta WALUBI Riau untuk menyerukan kepada seluruh umat Budha di Myanmar agar turut serta menjaga dan melindungi umat Islam di Rohingya dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh siapa pun yang membahayakan kenyamanan dan keselamatan umat Islam di Rohingya.

4. Meminta WALUBI Riau agar menyerukan kepada pemerintah Myanmar untuk mengembalikan hak-hak umat Islam Rohingya yang selama ini telah dirampas.

5. Bahwa jika pembunuhan terhadap umat Islam di Rohingya tidak dihentikan di khawatirkan akan timbul hal yang tidak kami inginkan, yakni, akan memicu reaksi dari sebagian masyarakat Muslim di Indonesia terhadap pemeluk Budha dan para Bhiksunya sebagai wujud dari prinsip Islam bahwaUmmat Islam itu bersaudara.

6. Bahwa adanya pernyataan pemerintah Myanmar untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri mereka adalah pernyataan yang keliru, karena sesungguhnya pembunuhan dan penyiksaan adalah perbuatan keji yang dilarang oleh Negara mana pun dan kepercayaan agama mana pun di dunia ini.

7. Bahwa pembantaian keji di Rohinghya ( Rakhine State) adalah pengkhianatan terhadap anugerah Nobel perdamaian yang diterima oleh Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang membiarkan terjadinya pembantaian terhadap umat Islam di Rohingya.

Demikian kiranya Surat pernyataan Sikap ini kami sampaikan, atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Salam
GMMK
Yana Mulyana, M.Pdi Heru Susanto, S.Sos
K e t u a S e k r e t a r i s

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...