DAMKAR Bengkalis Lakukan Beberapa Perogram Dalam Upaya Penanggulangan KARHUTLA

Bengkalis, Lantangriau.Com– Kabupaten Bengkalis lewat Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) lakukan berbagai perogram dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) di Kabupaten Bengkalis. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Suparman selaku Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penyuluhan Kebakaran Kabupaten Bengkalis. Senin (4/6/2018).

Dia mengatakan bahwa memang di kabupten Bengkalis masih ada beberapa titik yang rawan seperti di kecamatan Rupat, Mandau, Bukit batu dan beberapa kecamatan lainnya. Alhamdulillah selama ini semua itu sudah bisa kita atasi dengan dengan baik dengan beberapa perogram yang kita lakukan dalam penaggulangan Karhutla tersebut. Selama 2017, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bengkalis menangani kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 222,91 hektar yang tersebar pada 76 lokasi.

“Adapun program yang kita lakukan adalah pertama, kita menjalin kerjasama dengan istansi instansi terkait seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Berncana Daerah (BPBD) dan perusahaan perusahaan yang berbatasan lahannya dengan tempat terjadinya  KARHUTLA” ungkapnya dengan tegas.

Dia juga mengatakan bahwa mereka selalu melakukan penyuluhan terhadap masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan khususnya terkait dengan Karhutla apalagi membuka lahan dengan cara membakar. Damkar bengkalis juga membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di daerah titik titik yang rawan akan terjadinya Karhutla. Tahun lalu kita telah melakukan pelatihan 80 orang pemuda untuk dilatih menjadi MPA  (Bengkalis, Pinggir, Rupat, Siak Kecil dan Mandau). Dan untuk tahun 2018 ini akan dilakukan pada 100 orang.

“ Alhamdulillah dengan yang dilakukan beberapa perogram tadi telah mampu mengatasi Karhutla di kabupaten Bengkalis selama ini.  Memang titik api meningkat dari tahun lalu namun tetap dapat diatasi” ungkapnya

Dia juga menambahkan lagi kita tidak boleh hanya menyalahkan masyarakat terhadap terjadinya kebakaran tersebut karena banyak faktor yang mengakibatkannya Karhutla. Seperti tahun ini kenapa banyak terjadi karhutla tahun lalu, karena tahun lalu curah hujan lebih tinggi dari pada tahun sekarang. (Luas lahan yang terbakar tahun 2015 : 1300 Ha, 2016 : 1200 ha, 2017 : 220 Ha, 2018 : 260 ha)

“ Kami juga memohon kepada pihak-pihak terkait dapat membantu kami di Damkar, terkusus kepada pemerintah untuk dapat membantu perlatan selama ini masih kurang. Banyak alat – alat kami yang rusak dan butuh perbaikan serta penambahan. Kepada masyarakat juga kami minta agar terus berperan aktif dalam menekan timbulnya titik api serta perusahaan perusahaan agar lebih aktif lagi dalam membantu penaggulangan dari Karhutla di Kabupaten Bengkalis” tegasnya.

Dia juga memaparkan bahwa Kabut asap akibat kebakaran hutan dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan, lingkungan, dan kelestarian hayati. Jadi tidak hanya manusia saja yang berdampak.

“Secara umum kabut asap dapat mengganggu kesehatan semua orang, baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Pada kondisi kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak. Dampak asap kebakaran hutan ke kesehatan dapat berupa langsung dan tidak langsung” tuturnya

Hal senada juga ditambahkan oleh Abi Bahrun selaku anggota Komisi Dua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis. Dia mengatakan bahwa kebakaran Karhutla di Kabupaten Bengkalis dari data yang mereka peroleh alhamdulillah dan InsyaAllah dalam keadaan baik. Dan pantauan kami dapat terkendali oleh Damkar selama ini.

“ Kami di DPRD Kabupaten Bengkalis selalu berkoordinasi serta mengawasi Dinas terkait dalam tugas Pokok Dan Fungsinya (Tupoksi) dan Komitmen dalam segala menjalankan program mengatasi Karhutla di Kabupaten Bengkalis. Apalagi telah dilakukan Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Bengkalis menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan penandatanganan komitmen bersama penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan(Karhutla) di Kabupaten Bengkalis tahun 2018, tentu dengan ini persoalan karhutla dapat teratasi” ungakapnya

Abi Bahrum juga menambahkan bahwa kami di Anggota Komisi II tetap berkomitmen untuk selalu mensuport sepenuhnya Program DAMKAR dalam pencegahan, mengatasi dan menaggulangi Karhutla di wilayah kabupaten Bengkalis.

“ Saya khususnya dan kawan kawan di DPRD Kabupaten Bengkalis berharap agar dinas terkait agar saling membantu dalam pencegahan dan penaggulangan karhutla, karena ini tugas bersama. Dan kami juga harapkan kepada masyarakat Bengkalis agar juga berperan aktif dalam penanggulangan karhutla ini baik dari Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan / Desa, RT/RW dan masyarakat keseluruhannya berperan” tutupnya.

Dendi Ariandi, S.Pi, M.Si selaku tokoh Kemasyarakatan pemuda mengatakan bahwa Karhutla merupakan persoalan yang serius dan tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, namun harus semua elemen yang ada dikabupateng Bengkalis ini khususnya. Hal ini karena Karhutla ini tidak saja merugikan pemerintah namun semua sektor termasuk masyarakat dan lingkungan.

“ Jadi kerja sama itu harus terus terjalin baik Pemerintah (Eksekuti, legislatif dan yudikatif), Masyarakat dan swasta. Pemerintah pusat juga jangan memerintah saja kepada daerah untuk menyelesaikan persoalan Karhutla, bantu daerah dari kebijakan dan anggaran.Peraturan terhadap pengelolaan lahan dan hutan juga harus ditertibkan dengan aturan-aturan. Jadi tidak seenaknya saja orang dapat membakar atau mengelola hutan tampa memperhatikan aspek aspek kesehatan, sosial dan lainnya” ungkap Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau ini kepada Wartawan Lantangriau.Com.

Dia juga mengatakan mencagah lebih baik dari pada mengobati, maksudnya adalah sebaiknya sebelum terjadinya kebakaran kita sudah harus bisa mengidentifikasi akan terjadinya kebakaran. Karena dengan mencegah tersebut banyak hal yang bisa diselamatkan baik itu lahan tersebut maupun biaya yang dikeluarkan.

“Saya fikir biaya mencegah lebih kecillah dari pada biaya pemadamaan api. Jadi pencegahan ini yang harus digalakkan pemerintah dengan edukasi kepada masyarakat masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA). Ini harus terus digalakkan jangan hanya menjadi program musiman saja” ungakpanya lagi.

Dia juga berharap bencana yang terus berulang ditiap tahun ini dapat dicegah dengan sangat masif, karena sudah dapat kita identifikasi penyebab persoalannya. Karena ini merupakan kejadian yang berulang itu itu saja..

“ Jadi mari sama sama kita jaga hutan dan lahan kita, khususnya perusahaan perusahaan yang memiliki lahan yang cukup luas di kabupaten Bengkalis ini. Marilah sama sama kita jaga hutan dan lahan kita sebagai sumber kehidupan kita bersama baik manusi, hewan dan tumbuhan ini. Jangan ada lagi yang membakar hutan seperti yang sudah sudah, lihatlah sudah banyak yang menjadi korban asap akibat dari pembakaran hutan yang tidak benar itu” tutupnya.

Hadi Wijaya/ adv

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...