HMI Desak Polda Riau Cabut SP3 Pembakar Lahan Dan Hutan

Pekanbaru,Lantangriau.com-  Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Riau kepulauan Riau gelar unjuk rasa di Mapolda Riau,Senin(5/9/16) siang. Unjuk rasa itu terkait keluarnya Surat Penghentian Penyidikan (SP-3) oleh Polda Riau terkait perusahaan Pembakar hutan.

Puluhan masa HMI dengan membawa berbagai spanduk massa mendesak agar Polri menyelesaikan polemik penegakkan hukum kasus kebakaran lahan di Riau.

Sudirman Selaku Ketua umum Badko HMI Riau Kepri dalam orasinya mengatakan bahwa mereka minta polisi agar mencabut Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP-3) terhadap korporasi pembakar lahan dan hutan.

Segera evaluasi para petinggi Polda Riau, apalagi kami melihat dengan beredarnya foto kongkow-kongkow mereka dengan perusahaan perusahan yang terlibat dengan pembakaran hutan” teriak Sudirman

Wiriyanto Aswir selaku koordinator Lapangan mengatakan juga bahwa meminta Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) supaya memerintahkan untuk mengusut indikasi adanya dugaan permainan antara polisi dan perusahaan, yang mereka sinyalir sebagai biang asap di Riau, lantaran lahan mereka terbakar hebat waktu lalu.

“Tindak dengan tegas. Jika tidak, kami akan melaporkan langsung ke Pak Presiden, Jokowi. Jangan sampai ada penegak hukum berpihak dengan korporasi, cukong dan oknum di balik perusahaan yang terlibat membakar hutan dan lahan,” sambung Aswir dengan pengeras suara.

“Dengan dikeluarkannya SP-3, sudah menyakiti hati masyarakat Riau. “Terutama masyarakat yang jadi korban asap. Hutan dan alam dirusak, masyarakat terkena penyakit. Kebijakan ini tidak berlaku adil bagi para korban,” singkat koordinator aksi.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Toni Hermawan turun langsung menghadapi pendemo untuk memediasi tuntutan tersebut. Setengah jam menggelar unjuk rasa, massa pun membubarkan diri dengan tertib.

Aksi kemudian berlanjut siaran on air di Radio Republik Indonesia (RRI).

T2

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...