Jefry Noer Turun Lansung Ke Desa-Desa Untuk Galakkan Lima Pilar Pembangunan Kampar

Kampar,Lantangriau.Com– Bupati Kampar Jefry Noer turun lansung kedesa-desa demi menggalakkan serta memastikan untuk berjalannya lima pilar pembangunan Kampar yang telah dibuat oleh pemerintah Kabupaten Kampar

Hal tersebut juga berangkat dari kecewaan melihat program tersebut tidak juga berjalan sesuai sebagaimana yang diharapkan.

Desa-desa yang dikunjungi khususnya Kecamatan Tapung untuk menjabarkan program-program pembangunan secara langsung agar masyarakat dapat memahami dan mengimplementasikan dengan baik program tersebut yang nantinya bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya program Rumah Tangga mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

Hal itu dijelaskan Bupati ketika mengadakan acara silaturahmi dengan masyarakat empat desa diantaranya Desa Kenantan, Sei lambu Makmur, Pantai Cermin, Pancuran Gading, Karya Indah Kecamatan Tapung, Kamis (5/5) yang berlangsung di lokasi Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu.

Jefry Noer Turun Lansung Ke Desa-Desa Untuk Galakkan Lima Pilar Pembangunan Kampar Dijelaskan Bupati, kurang berhasilnya atau tercapainya sasaran pembangunan sebagaimana tertuang dalam pilar 1, 2, 3 dan 4 serta pilar ke 5 disebabkan kurangnya kontrol atau pengawasan dari Dinas, Instansi bersangkutan.

Namun begitu kita juga tidak dapat menyalahkan sepenuhnya kepada Dinas saja tetapi yang jelas semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan hingga berhasilnya pilar-pilar pembangunan tersebut,kata Jefry.

Seperti peningkatan akhlak dan moral yang tertuang dalam pilar pertama pembangunan Kampar yang kurang berhasil disebabkan kurang kontrol dari semua pihak, khususnya orang tua yaitu kurang pengawasan terhadap anak dirumah, seperti tidak melaksanakan program magrib mengaji dan mematikan TV di waktu magrib, selain itu Pemerintah juga kurang pengawasan atas berjalannya peraturan Daerah (Perda) wajib mengaji di wilayah Kecamatan sampai ke tingkat Desa, Rw dan RT,ulas Bupati.

Bahkan dewasa ini yang sangat mengkhawatirkan maraknya pengguna narkoba dikalangan anak sekolah bahkan sampai kepada penggunanya ke orang tua dan ini sudah sampai ke tingkat Desa peredaran narkoba, hal ini disebabkan kurangnya iman dan pengawasan kepada perkembangan anak,kata Bupati.

Begitu juga terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang tertuang pada pilar kedua, walaupun sudah banyak program dijalankan Pemda Kampar untuk peningkatan ekonomi masyarakatnya seperti adanya program pertanian terpadu atau program P4S, pelatihan menjahit bagi kaum perempuan sampai ke program terbarukan yaitu RTMPE yang dirasakan Bupati Kampar ini.

Disebabkan kurangnya pengawasan dari para penyuluh maupun Dinas teknis kepada para petani begitu juga berkenaan dengan pilar ketiga yaitu peningkatan SDM khususnya masyarakat petani di pedesaan, hal yang sama karena kurang berhasilnya di sebabkan kurangnya pengawasan dari kita semua terutama pihak terkait.

Kalau sudah begini, kita tidak dapat saling menyalahkan karena akan percuma dan hal itu juga bukan merupakan penyelesaian permasalahan. Akan tetapi lebih baik kita saling introsfeksi diri dan memanfaatkan sisa waktu untuk dapat meyukseskan peningkatan akhlak dan moral, ekonomi masyarakat maupun SDM,ungkap Jefry.

Dengan segera menyikapi hal itu, Insyaallah disisa waktu kepemimpinan menjadi Bupati dapat mewujudkan hal itu terutama untuk pencapaian sasaran yang lebih fokus yaitu terwujudnya “zero” atau tidak ada lagi kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di Kampar

RTMPE PesantrenSemua cara kita buat untuk mensejahterakan masyarakat, mulai dari mengadakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4s), pelatihan Jahit menjahit bagi kaum wanita, bantuan baju seragam sekolah bagi siswa kurang mampu, hingga program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang menjadi andalan memberantas Zero pengangguran, kemiskinan dan rumah kumuh, Jika terwujud 1 Desa ada 10 RTMPE, dengan 251 desa bisa dibayangkan Kabupaten Kampar memiliki 2510 lahan RTMPE yang secara langsung mampu menswasembadakan seluruh kebutuhan masyarakat.  Hal itu dikatakan Jefry Noer ketika menyambut kunjungan Perwakilan 4 Desa di Kecamatan Tambang. Desa itu diantaranya Desa Kuapan, Desa Balam, Desa Sungai Pinang dan Desa Kualu Nenas, Sabtu (23/4).

Mulai dari Swasembada Sapi, yang tiap tahunnya menghasilkan 6 ekor sapi, Bawang Merah, Cabe, sayur Mayur, jamur tiram, dan yang paling luar biasa masyarakat Kabupaten terbebas dari kelangkaan sumber energi Gas yang selama ini masih menjadi masalah Pemerintah Pusat, hingga Masyarakat juga mampu menghasilkan pupuk padat dan cair hasil pengolahan limbah Kotoran ternak sapi ungkap Jefry Noer.

Didalam pemaparannya Jefry Noer menjelaskan dengan adanya usaha Peternakan sapi sebanyak enam ekor yang mampu menghasilkan  1000 sampai 1500 liter urine sapi perbulan kemudian urine diolah sehingga dapat menghasilkan  pupuk cair.

Kalau diambil hasil terendah saja 1000 liter pupuk cair perbulan dengan harga jual 15 ribu sampai 25 ribu perliternya sudah 15 sampai 25 juta hasilnya dari pupuk cair ditambah hasil kotoran padat sapi,mampu menghasilkan pupuk padat atau biogas untuk sumber energi listrik dan memasaK ujar Jefry Noer.

Ditambahkan Bupati Kampar Biogas itupun dapat dijual atau untuk konsumsi sendiri memenuhi kebutuhan listrik atau memasak dirumah, kan sudah sangat membantu mengurangi biaya listrik dan gas atau kebutuhan minyak tanah di Rumah Tangga (RT) dalam sebulan.

Selain itu ada ternak ayam petelur sampai 100 ekor, yang dapat juga untuk ditetaskan telurnya supaya menghasilkan anak ayam dengan penghasilan 50 sampai 70 butir telur perharinya.

Ada kolam ikan lele kerambah dengan pola kolam terpal ukuran 6 X 6 atau 4 X 6 hingga 4 000 ekor ditambah usaha pertanian tanaman pangan seperti tanaman bawang atau cabai dengan lahan hanya 400 meter persegi termasuk unit usaha rumah jamurnya.

Didalam RTMPE ini keluarga hanya tinggal membeli kebutuhan beras, minyak goreng, gula dan kopi dan kebutuhan yang tidak ada di lahan RTMPE itu, selain itu petani RTMPE bisa menghasilkan uang dengan tetap beribadah dengan kusuk ungkap Jefry Noer.

T2/Humas/Adv

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...