KAHMI Dumai Keritik Baleho 17 Agustus Milik Pemko

Dumai,Lantangriau-Presedium Majlis Pengurus Daerah ‎(PMD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Dumai Ahmad Rasyid, ST mengkritik baliho 17 Agustus yang dikeluarkan Pemko Dumai.

Sebab, desain baliho berukuran besar di Jalan Sudirman Kota Dumai depan Taman Bukit Gelanggang meletakkan bendera merah putih di bagian bawah. Sedangkan gambar burung garuda juga berada di bagian bawah. Apalagi ‎gambar burung garuda berwarna emas, dibuat dengan paruh menganga.

Sementara gambar Walikota Dumai Khairul Anwar, Wakil Walikota Agus Widayat dan Sekdako Dumai Said Mustafa berada pada bagian atas. Pita merah putih pada baliho itu berada di bagian paling bawah.

“Pemko Dumai tidak mempertimbangkan hal-hal yang prinsip dan sakral. Ini semacam selera rendahan, yang tidak tahu makna dari lambang negara. Harusnya baliho itu diturunkan, karena seakan-akan memberikan pelecehan atau menganggap remeh-temeh lambang negara kita,” ujar Ahmad Rasyid, ST, ‎ Selasa (26/8/14).

Ahmad Rasyid meminta kepada Pemko Dumai untuk belajar kembali tentang lambang-lambang negara. Agar penerbitan baliho selanjutnya tidak meletakkan bendera merah putih, burung garuda dan pita merah putih di bagian bawah.

Menurut Ahmad Rasyid, kreatifitas Pemko Dumai melalui Humas dan Infokom Setdako Dumai boleh dikatakan kurang ajar. Sebab, mendesain baliho untuk peringatan HUT RI ke-69 secara sembarangan. Tanpa mempertimbangkan arti, makna, dan esensi dari merah putih serta burung garuda.

“Kalau selama ini ada ormas yang mengatas namakan pambang negara yang mengawal ketidakadilan terhadap lambang dan sakralitas negara, dimana Ormas itu,” tegasnya menimpali.

“Saya ingat kasus pada Agustus 2013 lalu. Di mana, salah satu pemimpin di PT. KLK menghina merah putih, maka dibawa ke ranah hukum. Di adili, dipermalukan. Sedangkan Pemko sendiri melakukan hal yang tidak lebih sama,” imbuhnya.RTC

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...