LABUHANBATU INSTITUTE Melaksanakan Diskusi Sejarah Kabupaten Labuhanbatu

Rantauprapat,┬áLantangriau.com – Labuhanbatu Institute pada hari Rabu, 16 November 2016 melaksakan program serial diskusi sesi kedua dengan tema “Sejarah dan Budaya Labuhanbatu, Masa Depan Labuhanbatu”.

Wacana sejarah Labuhanbatu diangkat sebagai upaya untuk menyampaikan kembali kepada pemerintah dan masyarakat Labuhanbatu akan pentingnya memahami sejarah Labuhanbatu.

Hal ini berangkat dari kegelisahan generasi muda Labuhanbatu yang tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang sejarah Labuhanbatu.

Diskusi ini dihadiri Raja Muhammad Azwin anak dari Raja Ongah Syarif penulis buku yang berjudul ‘Selayang Pandang Kerajaan Bilah dan Panai’ diselesaikan pada tahun 1988. Namun karena persoalan keuangan buku ini urung dicetak dan diterbitkan. Azwin juga berharap pemerintah Kabupaten Labuhanbatu memberikan perhatiannya terhadap sejarah Labuhanbatu.

Ketua KNPI Labuhanbatu Hamzah Sya’bani Nasution mengatakan bahwa institusinya bersedia untuk bermitra dengan Labuhanbatu Institute dan kelompok masyarakat lain dalam menelusuri sejarah Labuhanbatu, dan mendorong terwujudnya Perda Budaya Labuhanbatu.

Sejalan dengan Hamzah , Syahmad Noer Anggota DPRD Labuhanbatu Fraksi PAN mengatakan dirinya bersama Budiono Anggota DPRD Labuhanbatu Fraksi Gerindra juga siap untuk menyampaikan kepada pemerintah daerah berkaitan dengan harapan tentang sejarah Labuhanbatu.

Diskusi ini juga dihadiri Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Cabang Labuhanbatu M Irwansyah Hasibuan, SE,. Msi, unsur Mahasiswa, komunitas musik dan perwakilan pelajar Labuhanbatu.

Direktur Eksekutif Labuhanbatu Institute M Riduan Dalimunthe berharap pemerintah daerah Labuhanbatu dapat segera merealisasikan harapan masyarakat Labuhanbatu tentang sejarah tersebut. Ia juga mengatakan jangan sampai generasi ke depan menjadi generasi yang tidak memahami sejarah daerahnya sendiri. Sehingga dikhawatirkan Labuhanbatu ke depan kehilangan karakter dan ciri khas.

Rls/anas

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...