Masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan, Rebut Kembali Tanah Ulayat Hak Miliknya

Kansing, LantangRiau.com – Masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau memenuhi janjinya untuk mengambil alih kembali lahan ulayat adat yang selama ini telah di caplok PT. Duta Palma Nusantara (DPN) dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sejak kedua perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Kenegerian Teluk Kuantan. Mereka juga siap mempertahankan lahan yang sudah dipatok tersebut apabila pihak perusahaan bersikeras mengambilnya kembali walaupun dengan segala resiko.

   Aksi warga Kenegerian Teluk Kuantan ini dimulai hari Minggu (10/8/2014) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Ribuan warga masyarakt dari 7 Desa dan 3 Kelurahan yang ada di Kenegerian Teluk Kuantan langsung bergerak mendatangi areal perusahaan dan melakukan pematokan pengambil alihan. Tidak hanya lahan PT. DPN saja, mereka juga mematok lahan adat yang dikuasai oleh PT. RAPP selama ini. Aksi tersebut berlangsung aman dan terkendali karena tidak ada reaksi dari pihak perusahaan atas kedatangan dan aksi warga masyarakat tersebut.

   Masyarakat Kenegerian Teluk Kuantan ini melakukan aksi dengan dukungan data yang kuat dan berdasarkan peta Kenegerian Teluk Kuantan yang sudah ada sejak zaman bahelak (sejak zaman dulu). Aksi ini mereka lakukan guna untuk peningkatan kesejahteraan anak cucu dan kemunakan Kenegerian Teluk Kuantan dimasa saat sekarang dan yang akan datang.

   Kedatangan ribuan masyarakat tersebut tidak mendapat tantangan atau hambatan maupun perlawanan dari pihak Perusahaan saat dilapangan. Alhasil, masyarakat dengan mudah melakukan pemasangan patok. Masyarakat juga melengkapi diri dengan berbagai peralatan layaknya menuju kawasan hutan rimba untuk melakukan aktifitas.

   Dibawah komando Ketua Laskar Pemuda Kenegrian Teluk Kuantan (LPKT), Ir. Emerson dan juga sejumlah pemangku adat di Kenegrian Teluk Kuantan, rombongan bergerak secara simultan sambil memasang patok dibatas lahan yang sebenarnya hak milik adat . Sampai pukul 14.00 WIB, ribuan masyarakat masih berada di areal kedua perusahaan tersebut untuk melakukan pematokan.

   Dalam rombongan tersebut juga tampak Datuk Penghulu nan berompek, Datuk Mudo Bisai, para perangkat Desa se-Kenegerian Teluk Kuantan dan elemen masyarakat lainnya.

   Kepala Desa Seberang Teluk Kuantan, Ir. Emil Harda ,MM.M.BA yang juga merupakan humas dari tim yang dibentuk oleh masyarakat Kenegrian Teluk Kuantan dalam penyelesaian masalah tersebut mengatakan bahwa aksi tersebut mereka lakukan untuk merebut kembali hak milik masyarakat Kenegrian Teluk Kuantan yang sudah dirampas kedua perusahaan.

   “Sekarang, kita pasang patok di lahan ulayat kita dan kita minta semua pihak terutama pihak kedua perusahaan ini agar tidak melakukan aktivitas lagi di lahan tersebut. Setelah itu baru kita lakukan penyelesaiannya secara administrasi. Dan apabila ini tidak diindahkan oleh kedua pihak perusahaan maka masyarakat akan melakukan pengambil alihan dengan secara paksa”, kata Ir. Emil Harda ,MM.M.BA

   Sementara, koordinator lapangan, Ir. Emerson juga mengatakan bahwa perjuangan masyarakat Kenegrian Teluk Kuantan dalam mengambil kembali hak milik masyarakatnya ini akan terus berlanjut sampai titik darah penghabisan.

   Dari data yang dihimpun dilapangan, luas areal yang mereka patok tersebut lebih kurang seluas 10 ribu hektar lebih. Lahan seluas ini berada dalam kawasan PT. DPN dan PT. RAPP. Aksi mereka juga mendapat pengawalan dari para Polisi berpakaian preman. (Hend)

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...