PT TBS Dianggap Tidak Ada Kontribusi Bagi Masyarakat Kuansing

Kuansing,Lantangriau.Com– Salah satu perusahaaan terbesar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang bergerak dibidang perkebunanan kelapa sawit yakni PT. TBS yang sudah berdiri  puluhan tahun di Kecamatan Kuantan Mudik yang sekarang masuk dalam kawasan kecamatan puncuk rantau dianggap tidak ada kontribusi bagi masyarakat Kuansing

Hal tersebut disampaikan oleh Arif Cahyadi selaku DPO Gerakan Mahasiswa Kuantan Sengingi (GEMAKUSI) kepada Lantangriau.Com dalam rilisnya mengatakan bahwa PT. TBS ini sudah jelas jelas tidak ada lagi memberikan kontribusi buat masyarakat kuansinng.  Terkhusus pada masyarakat yang berada di areal kawasan PT. TBS, seperti masyarakat pucuk rantau dan Kuantan Mudik.

“ Menurut laporan masyarakat yang berada di areal PT. TBS itu sendiri bahwa perusahaaan  sudah semena mena memperkejakan pekerja dari luar dan  tidak lagi memprioritaskan pekerja lokal itu sendiri,saat ini kalau dilihat dari level pekerja lokal yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan itu hanya menduduki posisi divisi  Humas, sedangkan Manejer dan Direktur di isi oleh orang- orang luar yang bukan sama sekali putra putri kuansing, ini sangat disayangkan karena kita yakin bahwa putra dan putri kunsing itu mempunyai kemampuan untuk menduduki jabatan di level Manejer dan Derektur itu sendiri, karena begitu banyak lulusan S1, dan S2 yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya,  yang bisa mengisi jabatan di level manejer dan direktur di perusahaan selevel PT. TBS tersebut, tapi kenapa PT. TBS itu sendiri tidak memberikan kesempatan terhadap putra terbaik kuansing untuk bisa menduduki posisi tersebut” Papar Arif Cahyadi Selasa(2/7/16)

Tambahnya lagi kalau kita lihat secara seksama PT. TBS hanya memprioritaskan pekerja lokal sebagai buruh kasar seperti tukang dodos buah, tukang kebun, Keamaanan, hal ini sungguh miris sekali dan telah terjadi penjajahan dan pembodohan kalau dilihat, maka dari itu saya menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Kuansing untuk Membuat suatu Perda atau Perbub untuk menekan suatu perusahaan yang berdomisili dilahan kuansing agar tidak semena mena untuk memepekerjakan putra putri  kuansing di suatu perusahaan tersebut, agar  putra putri kuansing yang mempunyai potensi untuk bisa bersaing di level manejer bahkan direktur dari sebuah perusahaan yang berdomisisli di kuansing, dengan adanya perda atau perbub tersebut putra putri terbaik kuansing bisa menduduki posisi di level manejer di perusahaan tersebut.

“ Dan juga saya selaku DPO Gemakusi Jakarta sangat mengecam terhadap PT. TBS yang tidak lagi memihak dan tidak memberikan kontribusi keepada masyarakat, dan saya juga menghimbau kepada setiap elemen masyarakat yang berada di areal perkebunan PT. TBS harus bersikap tegas terhadap Haknya,  yang tiap waktu hanya bisa menghirup bau busuk dari hasil produksi PKS PKS PT. TBS tersebut, dan  juga setiap kampung yang dilalui oleh kendaraan perusahaan yang hanya dapat kabut dan debu dari kendraan perusahaan agar jangan sungkan sungkan untuk mengecam jika telah melanggar dan sudah membuat risih masyarakat itu sediri. kalau dibiarkan bau busuk debu dan kabut itu akan menganggu kesehatan masyarakat terutama anak anak yang sangat rentan terhadap penyakit TB”Tutupnya

Arif Cahyadi (DPO Gemakusi Jakarta)

T2/Rls

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...