RTMPE Merupakan Ekonomi Kerakyatan Yang Sebenarnya

Kampar,Lantangriau.Com– Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang pilot projetnya dilihat lansung oleh Suhendra Prawira Negara selaku Staf khusus Kementrian PU dan Perumahan Rakyat RI

Beliau lansung mengnungkapkan “RTMPE Inilah Ekonomi Kerakyatan Yang Sebenarnya”.RTMPE Merupakan Ekonomi Kerakyatan Yang Sebenarnya

Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia memang keahlian pekerjaannya di Bidang Peningkatan Infrastruktur baik jalan, jembatan maupun bangunan lainnya. Walaupun demikian, para pejabat kementrian PUPR juga ingin memiliki kepuasaan dibidang lain khususnya dibidang peningkatan ekonomi kerakyatan.

Kunjungan Staf Khusus PUPR dan beberapa rombongan ke Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi Kubang Jaya Siak Hulu tersebut didampingi Bupati Kampar H Jefry Noer SH dan Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar Indra Pomi N ST MSi yang dilaksanakan Jumat (25/3).

Suhendra Prawira mengungkapkan, RTMPE merupakan langkah untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat kampar yang sudah mulai melaksankannya. “Kami berani mengungkapkan hal ini karena kami melihat langsung bahwa kotoran yang biasa dibuang, tetapi di RTMPE malah menghasilkan Jutaan rupiah perbulannya. Hal ini perlu dikembangkan masyarakat lainnya karena ilmu modifikasi, dalam hal program ini sanagt susah ditemukan,’’ucapnya.

Kebanyakan yang banyak selama ini hanyalah ilmu-ilmu penelitian yang fokus pada suatu kegiatan, akan tetapi di RTMPE kita lihat semua sejalan dengan programnya. Mulai dari sapi kotoran dan urine bisa dijadikan pupuk dan bio gas yang mamfaatnya sangat banyak sekali.

Disamping itu, lanjutnya, apa yang telah diungkapkan Bupati Jefry Noer bahwa dengan RTMPE secara otomatis Kampar swasembada daging, ikan, bawang, cabe serta sayur-sayuran. Bagaimana tidak, “terang Jefry” dalam setiap RTMPE insyaallah akan menghasilkan enam ekor sapi setiap tahunnya, telur ayanm 60 sampai 75 butir setiap hari, bawang 500 kg per dua bulan.

“Nah, kita hitung bahwa RTMPE sendiri saat ini sedang dikembangkan sebanyak 20 buah RTMPE setiap desa, 20 buah setiap desa dikalikan 251 Desa Se-kabupaten kampar. Makanya kita bisa berkata bahwa kampar akan bisa swasembada beberapa keperluan sehari-hari tersebut,”ucapnya

Suhendra Prawira berharap ini RTMPE jangan hanya di Kampar saja, karena ini program peningkatan ekonomi masyarakat, jadi warga masyarakat didaerah lainpun otomatis sangat membutuhkan program RTMPE agar mereka juga bisa hidup sejahtera.

Hal sama juga pernah disampaikan oleh Direktur Utama PT Semen Padang Sumatra Barat Benny Wendry yang ketertarikannya tersebut terlihat saat beliau mengunjungi pilot Projet Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Rabu sore (16/3).

Saat peninjuan RTMPE Kubang Jaya tersebut, Benny Wendry Secara scara spontan langusng mengungkapkan “Ini Merarik pak”. Saat peninjauan Bupati secara garis besar menjelaskan tentang RTMPE, dengan modal Rp 120 juta insyaallah akan bisa memiliki pengghasilan Rp 10 sampai Rp 25 juta/bulannya.

Bagaimana tidak ungkap Jefry Noer, kotoran dan urine sapi yang selama ini terbuang, tetapi dengan adanya RTMPE kotoran tersebut akan bisa diolah menjadi bio gas dan pupuk cair serta pupuk padat dengan nilai nomilan minimal lebih kurang Rp 10 juta/bulannya. Belum lagi hasil dari anak sapi setiap tahunnya, ayam petelur, ikan lele, hasil kebun bawang, cabe, serta jamur tiram.

RTMPE Merupakan Ekonomi Kerakyatan Yang Sebenarnya Walaupun Wendry merupakan pengusaha sukses Sumatra Barat, namun Wendry merasa tertarik dengan program RTMPE yang dibuat Pemkab kampar dan insyaallah nantinya akan mencoba membuatnya di lingkungan masyarakat setempatnya. Sebab RTMPE program baru sederhana yang luar biasa hasilnya, apalagi hal ini dikelola lebih baik untuk masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah khususnya pensiunan karyawan Semen Padang sendiri agar karyawan tidak pensiun tidak galau. Sesuai dengan selogan RTMPE yaitu  RTMPE akan jadikan masyarakat kaya insyaAllah masuk syurga.

Makanya, lanjut Wendry, RTMPE perlu dikembangkan dimana saja. Kalau saja seluruh Indonesia membuat program ini untuk para masyarakatnya yang memiliki ekonomi menengah ke bawah, maka insyaAllah sangat membantu masyarakat mewujudkan kemerdekaan Rakyat Indonesia yang sesungguhnya di bidang ekonomi. “Dengan modal tidak terlalu, pengolahan sederhana, lahan yang diperlukan sedikit serta dengan perputaran modal yang cepat dan yang lebih menarik hasilnya yang luar biasa setiap bulannya,’’sebutnya.

Selain menijau RTMPE, Wendry dan Bupati Kampar sebelumnya juga melihat hasil sempat melihat hasil produksi alumni Program Kegiatan Belajar Menjahit Bina Insan Kubang Jaya. Saat melihat hasil dari para ibu-ibu tersebut, Wendry sendiri berencana untuk memesan pakain seragam Semen Padang nantinya. “Dari pada ke Bandung lebih baik ke Kampar study bandingnya, “ungkap Wendy”

Bupati Kampar juga ada menjelaskan yang Menurut Jefry, dengan kerja keras di lahan RTMPE, masyarakat bukan berarti harus menjadi petaninya tetapi dapat juga sebagai pemilik usaha. Dengan begitu tentu akan merekrut pekerja baik itu anggota keluarga sendiri atau masyarakat miskin. “Di samping itu, jangan sampai masyarakat mengatakan bahwa usaha RTMPE hanya teori saja tetapi memang sudah di uji coba bahkan saat ini para pejabat eselon di Kampar sudah mulai menerapkan usaha RTMPE sesuai bidang masing-masing SKPD,’’ucapnya.

Program RTMPE merupakan program sederhana yang dapat dilaksanakan oleh siapapun, asalkan mau bekerja dan berusaha apalagi lingkup kerjanya di sekitar Rumah tangga, sehingga dapat di terapkan. Diantaranya seperti  memilihara ternak sapi sebanyak 6 ekor saja, kemudian memanfaatkan urine nya, dari urine diolah  dengan proses permentasi dan ditambah campur-campuran lain bisa menghasilkan pupuk cair, yang dalam satu bulan bisa menghasilkan sebanyak 500 liter paling sedkitnya, ada juga hasil dari kotoran padat bisa dijadikan biogas untuk sumber energy, selain itu di lahan RTMPE ada ternak ayam petelur, kalau ayam di pelihara  sebanyak 100 ekor, akan mampu menghasilkan 60 sampai 70 butir telor  perhari.

Dari dua komoditi peternakan saja, sudah dapat menghasilkan uang jutaan dalam satu bulannya, ditambah penghasilan dari anakan sapi yang kalau di pelihara selama tiga tahun saja tentu sudah minimal 5 sampai 6 ekor anak sapi, ditambah daging ayamnya kalau ayam petelur kita pelihara selama enam bulam saja tentu sudah besar dan banyak dagingnya, ini tambahan penghasilan yang luar biasa, belum lagi hasil dari pertanian dan perikanannya, sebagai sumber penghasilan, kata Bupati.

Pemilik usaha hanya memberi arahan dan mengajarkan cara kerja usaha, setelah itu mengontrolnya, hal itu kan dapat dilaksanakan semua petani,ucap Bupati karena itu dengan memanfaatkan lahan yang hanya 1000 meter. “Kalau di kelola maksimal dan memiliki ilmunya tentu mampu mensejahterakan masyarakat Kampar,’’sebutnya

Adv

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...