Surat Syarwan Hamid Kepada Gubernur Riau

Pekanbaru, LantangRiau.Com– Mantan Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid selain memprakarsai pertemuan tokoh-tokoh Riau juga mengirim surat pribadi kepada Gubernur Riau Annas Maamun. Surat tiga lembar tersebut berisi pernyataan, pandangan sekaligus evaluasi terhadap kepemimpinan Gubri Annas Maamun.

Sebagai orang yang turut mendukung Annas Maamun menjadi Gubernur Riau, Syarwan Hamid minta maaf pada masyarakat Riau. Mantan Kasospol ABRI berpangkat terakhir Letjen tersebut mengaku menyesal mendukung Annas yang menurut gaya kepemipinannya brutal.

Berikut ini salinan lengkap surat Syarwan Hamid yang didapat riauterkinicom dari salah seorang tokoh Riau yang turut dalam pertemuan di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (2/8/14) lalu:

Pernyataan / Pandangan/ Evaluasi
Terhadap : Anas Maamun

1.Banyaknya masukan yang diperoleh antara lain dari aktivis kampus (BEM), tokoh masyarakat. Pimpinan LAM provinsi dan berbagai kalangan lainnya yang layak dijadikan konfirmasi atas praktek kepemimpinan dan perilaku pribadi / moral dari saudara anas maamun yang menyalahi standart pemimpin masyarakat serta moral.

2.Dalam waktu singkat masa kepemimpinan Anas Makmun, karena penerapan kepemimpinan yang tidak pantas serta perilaku kepribadian yang telahmenimbulkan / mengakibatkan antara lain

a.Keresahan yang meluas
b.Buruknya kwalitas hubungan dengan DPRD
c.Putusnya komunikasi dengan sebagian besar tokoh
d.Tidak terdistribusinya pembagian kewenangan secara proposional sehingga pekerjaan pemerintahan terganggu secara signifikan, tang berujubg pada terhambatnya pembangunan

3.a. Sebagai pihak yang sangat concern dengan perkembangan daerah Riau selama dalam kurun waktu yang panjang, hampir tanpa pamrih pribadi, serta dalam berbagai hal menempuh resiko yang tinggi.

b. Yang juga terlibat dalam mengusulkan Anas Makmun ke ketua DPP Golkar serta meyakinkan kepada masyarakat Riau, pada pemilihan Gubernur bahwa yang bersangkutan adalah calon yang tepat.

c. Merasa berkewajiban untuk tidak membiarkan hadirnya pemimpin yang terus menerus terkesan lupa diri dan berperilaku sewenang wenang.

4.Mendesak kepada semua pihak :

a.Mendagri agar menurunkan tim evaluasi yang meneliti kebenaran pendapat yang berkembang di masyarakat terhadap buruknya kepemimpinan Anas Makmun. Selanjutnya menilai apakah yang bersangkutan masih layak mengemban amanah untuk memimpin Provinsi Riau.

b.DPRD Provinsi Riau segera mengambil prakarsa untuk menangani kondisi yang berkembang dewasa ini sampai dengan mengevaluasi kembali kepemimpinan Anas Makmun yang mengakibatkan pembangunan daerah menjadi stagnan.

c.Seluruh potensi masyarakat dari berbagai kalangan agar secara demokratis menghentikan praktek zalim pemimpin daerah Riau.

d.Aparat penegak hukum, termasuk KPK agar menginvestigasi semua indikasi penyimpangan yang diresahkan masyarakat tersebut.

5.Pernyataan ini saya sampaikan agar kita semua bersama-sama dalam suatu sikap agar Anas Makmun tidak memperpanjang lagi gaya kepemimpinan yang brutal.

6.Sekaligus pada kesempatan ini saya mohon maaf kepada masyarakat Riau atas kesalahan telah mendukung Anas Makmun dalam pilgub yang lalu yang ternyata sangat mengecewakan.

Pekanbaru, 2 Agustus 2014
Syarwan Hamid
Mantan Mendagri, Wakil Ketua DPR/MPR Kasospol ABRI, Letjen Purn, TN

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...