Syarwan Hamid: Banyak masalah Yang Mengisi Lembaran Kepemimpinan Annas Maamun

Syarwan Hamid
Syarwan Hamid

Pekanbaru,Lantangriau.Com– Banyak masalah yang mengisi lembaran kepemimpinan Annas Maamun. Tidak hanya kepemimpinannya yang dianggap menimbulkan berbagai persoalan pelik, tetapi moralistasnya juga tergerus, menyusul munculnya pengakuan sejumlah wanita yang menjadi korban pencabulannya. Padahal belum lagi genap enam bulan dilantik menjadi Gubernur Riau priode 2014-2019.

Melihat banyaknya masalah dan kesalahan yang dilakukan Annas Maamun membuat mantan Menteri Dalam Negeri yang juga tokoh masyarakat Riau Syarwan Hamid merasa heran pada sikap masyarakat Riau.

“Entah mengapa masyarakat Riau, terutama dewannya kok, bisa tenang-tenang saja dan membiarkan pemimpinnya membuat banyak masalah dan kesalahan,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan melalui sambungan telephon, Selasa (12/8/14).

Selain masalah gaya kepemimpinannya yang disebutnya brutal serta otoriter. Tegas, namun untuk memaksakan kehendak. Bukan tegas untuk menjalankan aturan, moralitas Annas Maamun juga tergerus isu skandal asusila, menyusul pengakuan dua wanita yang menjadi korban pencabulannya.

“Mungkin laporan dugaan asusila yang dilakukan Annas tidak semua benar, tetapi saya yakin ada yang memang benar-benar terjadi. Dan itu aib yang sangat besar,” ujarnya.

Secara pribadi, Syarwan mengatakan kalau dirinya sama sekali tak bisa membiarkan gaya kepemimpinan Annas Maamun karena dianggap membahayakan masa depan Riau. Karena itu, ia telah mengirim surat berisi kritik terbuka kepada Annas Maamun, meskipun kritik tersebut justru direspon negatif.

Ia berharap masyarakat Riau memiliki empati serupa terhadap nasib daerahnya. Tidak terus tidur dan membiarkan pemimpinnya berlaku semena-mena. Karena menurutnya, ini bukan masalah pribadi ataupun masalah politis, tetapi masalah marwah dan masa depan Riau.

Dikatakatan Syarwan, sebagai bagian dari tim sukses Annas Maamun, ia merasa wajib meminta maaf kepada masyarakat Riau karena salah mengarahkan pilihan. Selanjutnya, menjadi tanggung jawab moral juga bagi dirinya untuk berusaha meluruskan kesalahan Annas dalam memimpin Riau.

Khusus untuk DPRD Riau, Syarwan melontarkan kekecewaan yang mendalam. Lembaga legislatif tersebut disebutnya tak berfungsi sebagaimana diharap. Bahkan, permintaannya untuk digelar rapat dengar pendapat atau hearing membahas kepemimpinan Annas Maamun tak pernah direspon.

“Saya dan tentu rakyat juga kecewa memiliki wakil yang tak mewakili rakyat. Tidak semestinya mereka membiarkan pemimpin bertindak sesuka hati. Mereka berkewajiban mengingatkan. Itu tugas mereka!” kritik mantan Kasospol TNI berpangkat terakhir Letnan Jendral tersebut.

RTC

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...