Tanah Ulayat Desa Tanjung Belit Digrogoti Perusahaan

Tanjung Belit, Lantangriau.Com – Tanah Ulayat Desa Tanjung Belit Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kampar kini   dalam masa sengketa, hal ini dilakukan oleh satu suku yang menamakan Datuk Dubalang Setio yang dijual kepada salah satu perusahaan yang belum diketahui nama perusahaannya.

Adapun permasalah ini semakin memuncak saat warga Desa Tanjung Belit melakukan aksi unjuk rasa di lokasi sengketa Rabu, 21/10/15. Dengan tujuan menuntut pihak perusahaan untuk tidak beraktifitas di lahan tersebut, namun masyarakat juga meminta kepada Pemerintah Kecamatan Kampar Kiri Hulu untuk menarik kembali surat tanah yang sudah diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Tanjung bElit 3Adapun nama datuk menuntut pembatalan SKGR kepada Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan perusahaan adalah Datuk Godang, Datuk Majo, Datuk Singo, Datuk Belahan Putiah, Datuk Paduko Sindo, dan Datuk Majo Tonso.

Disebutkannya warga yang tidak terima dengan tindakan pihak perusahaan yang dianggap semena-mena. Warga menyatakan komplain ke pihak perusahaan dengan bersikukuh bahwasanya lahan yang didiami sekitar 1000 Kepala Keluarga (KK) tersebut merupakan tanah ulayat yang sudah diduduki sejak lama.

Luas tanah ulayat sekitar 226 Ha, dan sudah dijual ke pada perusahaan 189 Ha. Ada pihak ketiga yang melakukan Kongkalikong , tanah ulayat ini sudah diduduki 3 alat berat dan puluhan orang pekerja untuk melakukan perataan hutan, banyak pohon diluluh rantahkan menjadi tanah kosong melompong yang siap ditanami menjadi kebun Kelapa Sawit.

Tentu masyarakat Desa Tanjung Belit tidak akan tinggal diam saat tanah mereka digegoki oleh orang Asing bagi dijelaskan oleh satu kepala Ninik Mamak Datuk Majo bernama Amrin kepada Riaubertuah.co kembalikan tanah ulayat kami jangan ada pihak-pihak perusahaan untuk memiliki tanah yang sudah diduduki puluhan tahun dan sudah diturunkan oleh nenek moyang suku-suku kami .

“ Kami dari pihak masyarakat Desa Tanjung Belit menuntut pihak Kecamatan Kampar Kiri Hulu mencabut surat tanah yang sudah diterbitkan dengan status SKGR ( Surat Keterangan Ganti Rugi) dan mengusir perusahaan yang mencoba ingin mengusai tanah Ulayat ini, namun kami masyarakat tidak pernah mensetujui pejualan tanah ulayat seluas 189 Ha yang tentunya sangat merugikan masyarakat desa Tanjung Belit” Ujar Ujar Datuk Majo

Tanjung Belit 2Dikatakannya lagi,” pihak Kecamatan melalui Camat Kampar Kiri Hulu Nuzum Aslah dan Kepala Desa Gema Nizam telah menandatangi surat penerbitan Surat untuk menjual Tanah Ulayat Desa Tanjung Belit mungkin akan terlibat dalam sengketa lahan ini, karena didapatkanya kejanggalan dalam penerbitan jelas-jelas tanah ini didesa Tanjung Belit tapi kenapa Kepala Desa Gema yang menanda tanganinya seharunya Kepala Desa Tanjung Belit berarti ini semua ada Kongkalikong dari pihak perusahan, Camat Kampar Kiri Hulu,dan Kepala Desa Gema,” Ujar Datuk Majo .

Seperti yang dikatakan Camat Kampar Kiri Hulu Nuzum Aslah Kepada Awak Media Rabu, 21/10/15 mengatakan kami tidak mengetahui nama perusahaan yang membeli lahan di Desa Tanjung Belit soalnya disurat penerbitan SKGR status penanda tangannya hanya mengetahui.

“ Saya selaku Camat Kampar Kiri Hulu tidak mengetahui nama perusahaan yang membeli tanah ulayat tersebut namun status surat saya hanya mengetahui” terang Nuzum

Masyarakat sudah terlanjur kecewa kepada pihak Kecamatan Kampar Kiri karena ada kejanggalan dalam penerbitan SKGR tersebut, setelah melakukan aksi ini masyarakat akan terus melajutkan proses hukum guna untuk menyelesaikan konflik lahan di Desa Tanjung Belit.

Rilis/Rm

Loading Facebook Comments ...
Loading Disqus Comments ...